Pada musim semi matahari bersinar lebih lama dibanding musim dingin.Pada jam 8 malam langit terlihat masih terang. bagi orang yang terbiasa tinggal di negara tropis seperti indonesia seperti saya ini jelas membutuhkan adaptasi , karena ini berhubungan dengan perubahan waktu tidur. Pada tanggal 4 april 2014, Waktu subuh adalah jam 4.47 , dzuhur 13.20, ashar 16:57, magrib 19:54 sementara isya jam 21.45 atau hampir jam 10 malam waktu indonesia, satu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh saya.
Berbicara tempat solat jumat, kami shalat jumat di sport halle, sebuah lapangan senam kecil yang jika malam dipakai untuk tempat berlatih karate atau judo. lapanganya kami pinjam sementara karena ketidakadaan masjid disini.Sama seperti dindonesia, shalat jumat di ilmenau diawali dengan adzan dzuhur dan di ikuti khutbah jumat serta shalat 2 rokaat.khutbah shalat jumat dilakukan dalam dua bahasa, yang pertama bahasa arab dan yang kedua bahasa inggris.hal ini dilakukan karena peserta shalat jumat beragam dari berbagai negara. mulai dari maroko, algeria, iran, syria, turki, lebanon, indonesia, pakistan, india sampai negara-negara pecahan unisoviet. jika ditotal jumlahnya ada 200 orang atau sekitar 6 shaft, . biasanya khatib solat jumat sudah mempersiapkan bahan yang akan disampaikan. durasinya 10-15 menit bahasa arab, 10-15 menit bahasa inggris. isinya umumnya berisi tentang islam dan kemasyarakatan.
shalat jumat merupakan tempat menundukan diri kepada allah SWT, Momen pasca Shalat jumat merupakan tempat berinterkasi dan berteman dengan orang-orang yang kewarganegaraan yang berbeda.Di ilmenau saat awal tahun ajaran baru banyak mahasiswa asing yang masih belajar bahasa jerman (kursus DSH, B1, B2, A1,A2), banyak diantaranya yang kemampuan bahasa inggrisnya sangat terbatas, beberapa diantaranya bahkan hanya bisa bahasa arab/persia dan jerman tingkat intermediet. Bahasa tubuh, campuran inggris jerman, campuran inggris jerman prancis, biasanya dipakai. namun tidak masalah yang penting bisa berkomunikasi.
Walaupun berbeda mahzab syaffi, hanafi, hambali, maliki, suni atau syiah kami tidak pernah mempermasalahkanya. biarlah allah yang menilai niat baik dan ketulusan seseorang dalam beribadah.Ditengah hiruk pikuk pemilu legislatif yang penuh intrik dan politik yang penuh prasangka ditanah air. sebagai seorang muslim saya patut bersyukur bisa melihat tanda-tanda kebesaranya, walaupun itu dinegeri orang..Perbedaan merupakan harmoni yang indah ketika kita menghormati dan menghargainya.
Semoga Allah SWT selalu melapangkan dada kami, membukakan mata hati kami dan menjadikan kami orang-orang yang terus senantiasa bersujud kepadanya.
4/4/2014
No comments:
Post a Comment